UEFA Selidiki Legalitas Bintang Naturalisasi Tim nasional Ukraina

Soal bintang naturalisasi pada nyatanya tak cuma dirasakan Ezra Walian saja, namun jua Junior Moraes. Legalitas bintang naturalisasi tim nasional Ukraina itu dipermasalahkan induk sepakbola Eropa, UEFA.

Junior Moraes dinilai melakukan pelanggaran peraturan FIFA tentang waktu tinggalnya di Ukraina. Sekarang UEFA tengah menyelidiki kasus bintang asal Brasil itu usai sebelumnya Portugal serta Luksemburg melakukan protes pada keberadaannya di gelanggang kala menjalani pertandingan kualifikasi Euro 2020 minggu kemarin.

Di dalam peraturan yang tertera di dalam statuta FIFA tentang bintang yang berganti kewarganegaraan, tiap-tiap bintang dituntut buat menetap pada negeri barunya setidaknya sejauh 5 tahun berturut-turut. Sedangkan Moraes menginjakkan kakinya awalnya di Ukraina saat 2012 silam.

Apabila ditengok melalui periode itu, bintang berumur 31 tahun ini sebenarnya telah masuk di dalam kategori 5 tahun yang dimaksud. Tapi, yang jadi soal ialah, eks bintang Dynamo Kiev itu sudah dipinjamkan menuju tim Cina, Tianjin Tianhai, 2017 silam.

Berarti, periode 5 tahun berturut-turut yang telah ditetapkan FIFA tak dapat dipenuhi sang bintang guna berjersey Ukraina. Jika penyelidikan UEFA mendatang bisa dibuktikan, status naturalisasi sang pesepakbola dapat dibatalkan.

Laporan itu jelas amat merugikan anak didik Andriy Shevchenko. Sebab bintang yang sekarang membela Shakhtar Donetsk ini belum lama melakoni debut gemilangnya kala menahan seri Portugal tanpa goal tengah minggu kemarin.

Jelang Lawan Schalke, Gundogan Tidak Ingin Manchester City Merasa Nyaman

Ilkay Gundogan meminta Manchester City bisa menunjukkan gaya performa sendiri pada laga penentuan melawan Schalke 04. Dia juga memperingatkan rekan setimnya untuk tak merasa terlampau nyaman lantaran kemenangan pada leg perdana.

Manchester City akan menjalani partai penentuan babak 16 besar Liga Champion vs Schalke 04 sebagai tuan rumah. laga itu akan berjalan di Stadion Etihad, Rabu (13/3) malam. The Citizens sukses mencuri keuntungan bersama menuai hasil positif 3-2 di leg perdana di Veltins Arena bulan lalu. Artinya mereka tak boleh menerima kekalahan lebih melalui 0-1 dari Schalke apabila ingin melaju ke perempat-final.

Kendati begitu, Gundogan tidak mau timnya cuma mengincar pencapaian imbang ataupun maksimal menerima kekalahan 0-1. Dia ingin tim asuhan Pep Guardiola masih menunjukkan ambisi dan usaha memenangi laga.

“Kami tak boleh memberi Schalke banyak peluang. Saya harap kami dapat menampilkan gaya permainan sendiri. Apabila begitu, saya percaya kami dapat memenangi laga, ” tutur Gundogan pada situs resmi Manchester City.

“Kami tidak diperkenankan merasa terlampau nyaman sebab hasil yang didapat pada markas Schalke. Mereka cuma perlu menyarangkan dua gol, menjadi kami tak bisa berpikir terlalu nyaman,” tukasnya.